Disleksia adalah gangguan belajar yang paling sering ditemukan. Disleksia disebabkan karena masalah neurologis di otak. Gangguan belajar ini ditandai dengan anak kesulitan membaca, melafalkan kata, menulis, ataupun menghafalkan huruf.
Pada prinsipnya, otak anak disleksia memerlukan waktu yang lebih lama untuk menerima, mengatur, menghafal, dan menggunakan informasi baru yang diterima. Hal ini bukan berarti anak disleksia tidak bisa melakukannya hingga dewasa.
Anak-anak dengan disleksia sering menghadapi tantangan dalam proses belajar mengajar. Diperlukan pendekatan yang tepat untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan pendidikan yang efektif dan inklusif. Artikel ini akan membahas metode belajar mengajar yang dapat membantu meningkatkan pengalaman belajar anak disleksia.
Mengajari anak disleksia memang butuh cara khusus agar ia mampu menerima pelajaran dengan lebih mudah. Guna memaksimalkan kecerdasan dan kemampuannya, Mama dan Papa bisa menerapkan cara mengajari anak disleksia membaca dan menulis di bawah ini:
- Rutin Membaca dan Menulis
Pepatah mengatakan “bisa karena biasa”. Karenanya, cara mengajar anak disleksia menulis dan membaca bisa dilakukan secara rutin. Bila anak terbiasa melakukannya, hal ini menjadi lebih ringan untuknya. Anak akan terbiasa melihat huruf dan kata sehingga dapat menuliskannya dengan benar. Mama dan Papa harus memberikan dukungan penuh, pengertian, dan sabar dalam membimbing si kecil, ya!
- Buat Proses Belajar Membaca dan Menulis Lebih Menarik
Disleksia berpengaruh pada kemampuan membaca dan menulis anak. Anak dengan disleksia akan kesulitan diajak membaca buku apalagi menggunakan teks yang panjang. Hal ini menyebabkan mereka kesulitan belajar menulis.
- Mengguakan Metode Orton-Gillingham
Pendekatan Orton-Gillingham adalah metode pembelajaran yang terstruktur. Metode ini memecah bacaan dan pelafalan menjadi bagian yang lebih kecil dan sederhana. Metode ini membantu anak menggunakan semua pancaindra, serta mengasah kemampuan bahasa, visual, auditori, dan kinestetik untuk belajar. Cara ini membantu si kecil membangun koneksi antara bahasa maupun kata.
pendekatan Orton-Gillingham adalah dengan mengajarkan anak mengenali hubungan antara suara dengan huruf atau kata yang membentuknya. Misalnya pada kata ”susu”. Anak harus mengenali seperti apa pelafalan “s” dan “u”, lalu memilih kata yang membentuk pelafalan dua huruf tersebut.
- Susun Huruf Balok Sesuai Gambar
Saat mengajarkan anak disleksia membaca dan menulis, Mama dan Papa bisa menggunakan susunan balok atau potongan gambar. Kemudian minta si kecil menyusun huruf sesuai gambar. Contohnya ketika anak menemukan gambar burung, kemudian orangtua megarahkan anak untuk menyusun huruf yang membentuk kata “burung” menggunakan balok huruf.
- Ajak Anak Bermain Kata
Mama dan Papa bisa mengajak anak bermain kata yang berhubungan satu sama lain. Awali dengan pemilihan kata-kata yang mudah diucapkan dan bisa dikombinasikan dengan aktivitas lain. Kata yang dimaksud, misalnya menuliskannya di pasir, kertas, dan sebagainya.
- Lakukan Aktivitas yang Mengasah Ingatan
Untuk meningkatkan daya ingat anak, Mama dan Papa bisa mengajak si kecil melakukan sejumlah aktivitas. Kegiatan yang dimaksud, seperti bermain teka-teki, memecahkan logika, melakukan permainan scramble, atau menceritakan kembali cerita yang baru didengar. Anak disleksia biasanya memiliki daya ingat yang rendah sehingga membuatnya kesulitan dalam mengingat bentuk huruf maupun cara pelafalannya.
- Baca Buku Bersama
Anak dengan disleksia tidak menyukai kegiatan membaca. Supaya cara belajar membaca anak disleksia lebih efektif, Mama dan Papa bisa mengajak si kecil membaca buku bersama. Orangtua bisa rutin bacakan buku cerita yang ia sukai, terutama yang bergambar agar anak mudah mengaitkan huruf dengan gambar atau warna. Ulangi secara rutin, lalu minta si kecil untuk bercerita kepada Mama dan Papa mengenai isi buku tersebut. Selain mengajari anak, cara ini bisa mempererat ikatan antara anak dengan orangtua.
- Berikan Anak Waktu Beristirahat
Hal terpenting dari cara mengajari anak disleksia membaca dan menulis adalah tetap memberikannya waktu untuk beristirahat. Soalnya, anak dapat merasa lelah dan bosan. Jika terus dipaksakan, anak bisa mengalami frustasi. Akibatnya, dia akan trauma menulis dan membaca sehingga tidak ingin melakukannya lagi.
- Ajari Anak Gunakan Peta Pikiran (Mind Map)
Sebagian besar anak disleksia memiliki ide-ide cemerlang di kepalanya. Orang tua bisa membantunya membuat mind map secara sederhana agar ide-idenya tersalurkan.
- Lakukan Permainan 20 Pertanyaan
Ini merupakan jenis permainan klasik yang bisa dilakukan untuk melatih kemampuan anak dengan disleksia. Minta si kecil menentukan suatu objek, tuliskan di secarik kertas, lalu rahasiakan. Mama dan Papa menebak objek tersebut dengan mengajukan pertanyaan. Misalnya, apakah objek tersebut adalah jenis binatang? Apakah diawali dengan huruf “A”? Apakah ada huruf “S” di dalamnya? Begitu seterusnya.
Menciptakan lingkungan belajar yang mendukung sangat penting untuk perkembangan anak disleksia. Kolaborasi antara guru, orang tua, dan spesialis pendidikan dapat menciptakan lingkungan yang positif dan inklusif. Komunikasi terbuka dan kerjasama tim dapat membantu menanggulangi hambatan belajar yang dihadapi anak disleksia.
Penting untuk memahami bahwa setiap anak disleksia memiliki kebutuhan belajar yang unik. Sebelum merancang metode pengajaran, penting untuk melakukan evaluasi individu guna mengidentifikasi kekuatan dan tantangan spesifik yang dimiliki oleh setiap anak.
Dengan pendekatan yang tepat, anak-anak disleksia dapat meraih keberhasilan dalam pendidikan mereka. Metode belajar mengajar yang memperhitungkan kebutuhan individu, menerapkan pendekatan multisensorik, menyediakan materi yang dapat diakses, menggunakan teknologi pendidikan, dan membentuk lingkungan dukungan, semua merupakan langkah-langkah yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan inklusif bagi anak-anak disleksia.
Untuk mendapatkan bantuan menangani masalah disleksia dan ganguan belajar lainnya pada anak, silahkan hubungi HelpLine : 085829293939, Atau buat janji temu di Smartalent Psychology Art Center dengan klik link berikut : https://wa.link/vh0phf
