Psikolog Anak & Remaja – Bunda Lucy

Apa Itu Gangguan Kepribadian Ganda? – Gejala, Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Kepribadian ganda atau gangguan identitas disosiatif adalah suatu kondisi kesehatan mental,  ketika seseorang memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda antara satu dengan lainnya. Gangguan kepribadian ganda, juga dikenal sebagai gangguan identitas disosiatif, adalah sebuah kondisi mental yang kompleks dan sering kali sulit dipahami. Dalam kasus ini, individu mengalami perubahan yang signifikan dalam identitas, memperlihatkan berbagai kepribadian yang berbeda-beda. Kondisi ini dapat memiliki dampak yang serius pada kehidupan sehari-hari seseorang dan hubungan interpersonal mereka.

Gejala Gangguan Kepribadian Ganda

gejala gangguan ini berupa masalah memori, kesadaran, atau kepribadian. Semua kondisi tersebut muncul akibat stres atau kejadian traumatis yang pengidapnya alami pada masa kecilnya.

Gejala gangguan kepribadian ganda bervariasi antara setiap individu, tetapi umumnya mencakup perubahan tiba-tiba dalam perilaku, perasaan, dan identitas. Beberapa gejala yang umum termasuk:

  • Kehilangan ingatan terhadap peristiwa atau periode waktu tertentu.
  • Pengalaman periode “kehilangan waktu” atau kesadaran yang terputus-putus.
  • Identifikasi dengan beberapa kepribadian yang berbeda-beda.
  • Ketidakmampuan untuk mengenali diri sendiri dalam cermin atau foto.
  • Gangguan dalam fungsi sosial dan pekerjaan.

Akibat gangguan kepribadian dan gangguan ingatan ini, pengidap kepribadian ganda sering kali mengalami gangguan relasi dengan orang di sekitarnya.

Selain itu, pengidap juga dapat mengalami beberapa gejala lainnya, seperti:

  • Kecemasan, serangan panik, atau fobia.
  • Depresi.
  • Halusinasi (misalnya mendengar suara tertentu padahal tidak ada suara apapun).
  • Penyalahgunaan alkohol dan narkoba.
  • Suasana hati yang berubah-ubah (misalnya saat ini sedang sangat senang, tetapi dalam 30 menit kemudian dapat meledak marah karena hal sepele).
  • Gangguan tidur.
  • Memiliki keinginan bunuh diri.

Penyebab Gangguan Kepribadian Ganda

Penyebab pasti gangguan kepribadian ganda masih belum sepenuhnya dipahami, namun faktor-faktor berikut ini dapat memainkan peran dalam perkembangannya:

  • Trauma berat
    • Pernah mengalami trauma fisik, seksual, atau emosional yang parah pada masa kanak-kanak atau masa remaja bisa memicu kondisi ini. Mereka yang mengalami peristiwa traumatis mungkin mengembangkan identitas yang berbeda sebagai mekanisme koping untuk melindungi diri dari ingatan dan rasa sakit tersebut. 
  • Genetik
    • Beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik mungkin memainkan peran dalam kerentanan seseorang terhadap gangguan kepribadian ini. Namun, genetika bukan sebagai penyebab utama tetapi lebih sebagai faktor yang berkontribusi.
  • Ketidakstabilan lingkungan
    • Lingkungan yang tidak stabil, disfungsional, atau berbahaya juga dapat berperan dalam perkembangan kondisi ini. Contohnya, seperti berada dalam keluarga yang terlibat dalam pelecehan, kekerasan, atau konflik kronis.
  • Tidak mampu menangani stres
    • Mereka yang tidak memiliki keterampilan atau dukungan yang cukup untuk mengatasi stres atau trauma mungkin lebih rentan terhadap perkembangan kepribadian ganda.

Cara Mengatasi Gangguan Kepribadian Ganda

Penanganan gangguan kepribadian ganda membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan terkoordinasi antara terapis, dokter, dan individu yang terkena dampak.

Dokter spesialis kesehatan jiwa atau psikiater akan mendiagnosis kepribadian ganda dengan melakukan wawancara medis lengkap, dan pemeriksaan fisik menyeluruh terlebih dahulu. Selanjutnya, psikiater akan memastikan apakah gejala yang muncul akibat penyakit otak atau efek samping dari obat-obatan tertentu. psikiater akan melakukan wawancara dan melakukan observasi untuk memastikan adanya kondisi ini.

Beberapa metode yang dapat membantu mengatasi gangguan ini meliputi:

  • Terapi psikologis, seperti terapi kognitif perilaku (CBT) atau terapi interpersonasional.
  • Pengobatan dengan obat-obatan, seperti antidepresan atau antipsikotik.
  • Dukungan sosial dari keluarga dan teman-teman.
  • Pengelolaan stres dan praktik relaksasi, seperti meditasi atau yoga.

Pencegahan kepribadian ganda yang paling utama yakni dengan menghindari faktor pencetusnya. Upaya lain yang bisa kamu lakukan, yaitu:

  • Mendapatkan edukasi kesehatan mental agar bisa memahami gejala-gejala gangguan mental.
  • Mengatasi trauma sejak dini dengan meminta dukungan dan menjalani terapi atau konseling.
  • Menambah jaringan dukungan sosial yang kuat agar bisa menghadapi stres dan trauma dengan lebih baik. Keluarga, teman, atau kelompok dukungan bisa menjadi sumber dukungan yang penting.
  • Hindari penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan terlarang, karena penyalahgunaan zat dapat memperburuk gangguan kepribadian. 
  • Menciptakan lingkungan yang aman, mendukung, dan stabil dalam keluarga.
  • Melatih keterampilan pengelolaan stres. Caranya bisa dengan berlatih meditasi, yoga dan olahraga

Dengan pendekatan yang tepat dan dukungan yang memadai, individu dengan gangguan kepribadian ganda dapat memperoleh perbaikan yang signifikan dalam kualitas hidup mereka. Penting bagi mereka untuk mencari bantuan profesional secepat mungkin untuk memulai perjalanan pemulihan mereka.

Jika terdapat anggota keluarga atau kerabat yang menunjukkan gejala-gejala di atas, atau tiba-tiba berperilaku yang tidak seperti biasanya, dapat segera berdiskusi atau memeriksakan diri ke psikiater atau psikolog. 

Untuk mendapatkan bantuan menangani masalah kesehatan mental silahkan hubungi HelpLine : 085829293939, Atau buat janji temu di Smart Talent Psychology Art Center dengan klik link berikut

Tags :
Freebies
Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post :

Bunda Lucy - Psikolog Anak Jakarta

Bunda Lucy

Psikolog Profesional