Psikolog Anak & Remaja – Bunda Lucy

ADHD pada anak – Gejalanya, penyebab Dan Mengatasinya

Mungkin sebagaian orangtua pernah mendengar yang namanya gangguan ADHD pada anak, ADHD adalah jenis gangguan mental yang kerap kali terjadi pada anak-anak. Tidak jarang, gangguan ADHD ini dapat bertahan hingga anak beranjak dewasa.

Pengertian ADHD

Jadi apa itu ADHD ???

ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder adalah istilah medis untuk gangguan mental berupa perilaku hiperaktif dan impulsif. Gejala ADHD membuat anak-anak kesulitan untuk memusatkan perhatian pada satu hal dalam satu waktu.

Penyebab ADHD

Hingga saat ini masih belum mengetahui penyebab ADHD secara pasti. Namun ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab terjadinya ADHD. Para ahli menduga beberapa kondisi berikut adalah penyebab ADHD pada anak dan menjadi hal yang memicu terjadinya ADHD pada anak :

1. Meroko dan mengonsumsi alkohol selama masa kehamilan

Menjadi perokok aktif atau pasif selama kehamilan juga berkaitan dengan perilaku anak dengan kondisi ADHD.

2. Genetika

kondisi ini cenderung menurun dalam keluarga. Sampai saat ini, genetik menjadi satu-satunya penyebab utama terjadinya ADHD.

3.  Paparan neurotoksin selama masa kehamilan

bahan kimia neurotoksin tertentu, seperti timbal dan beberapa jenis pestisida Ini adalah bahan kimia yang banyak digunakan pada rumput dan produk pertanian. Mungkin saja ini bisa terjadi ketika orangtua memakan buah atau sayuran tanpa mencucinya hingga bersih.

Faktor risiko ADHD

  • Faktor genetik
  • Cedera otak
  • Kebiasaan merokok serta mengonsumsi alkohol ketika dalam masa kehamilan
  • Kurangnya perhatian orang tua
  • Kelahiran prematur
  • Berat badan bayi baru lahir yang rendah
  • Paparan zat kimia, seperti timah, ketika dalam masa kehamilan

Gejala ADHD

Gejala utama ADHD pada anak adalah sulit memusatkan perhatian, serta berperilaku impulsif dan hiperaktif. Dan anak yang mengidap ADHD memiliki ciri seperti berikut :

  • Kesulitan untuk memperhatikan dan tetap teratur.
  • Memiliki kegelisahan yang berlebihan.
  • Mempunyai masalah dengan pengendalian diri atau perilaku impulsif. 

Umumnya ADHD muncul pada anak usia di bawah 12 tahun. Tetapi pada banyak kasus, gejala ADHD sudah dapat terlihat ketika anak berusia 3 tahun. ADHD yang terjadi pada anak-anak bisa terbawa hingga dewasa.

Diagnosis ADHD

Anak yang mengalami kesulitan konsentrasi dan menunjukkan kondisi hiperaktif tidak selalu mengidap ADHD. Oleh karena itu kondisi ini sering tidak terdiagnosis pada usia anak, penting untuk orangtua mengetahui apa saja gejala dan mengenali apa saja bedanya dengan perilaku anak yang normal.

ADHD bisa dengan obat-obatan atau dengan metode pengobatan lainnya yaitu psikoterapi. Tidak hanya mengobati kondisi ini, terapi juga bermanfaat untuk mengobati masalah kejiwaan lain yang bisa muncul dengan ADHD, misalnya depresi. Perlu diketahui bahwa orang tua, keluarga, pengasuh, dan guru di sekolah juga membutuhkan bimbingan untuk menghadapi anak dengan ADHD.

Maka dari itu, anak yang menderita ADHD haruslah ditangani secara tepat baik dari pola asuh orang tua maupun melalui bantuan profesional. Jika dibiarkan ini akan menggangu tumbuh kembang dam masa depan anak, untuk mendapatkan bantuan psikologis silahkan hubungi HelpLine : 085829293939 atau buat janji temu di Smartalent Psycology Art Center dengan cara klik link berikut https://wa.link/vh0phf

Tags :
Freebies
Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post :

Bunda Lucy - Psikolog Anak Jakarta

Bunda Lucy

Psikolog Profesional