Psikolog Anak & Remaja – Bunda Lucy

Generasi Strawberry, Generasi Yang Kreatif Tapi Rapuh

Pengenalan terhadap konsep “Generasi Strawberry” telah mencuri perhatian banyak kalangan dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini menarik perhatian karena pergeseran nilai, gaya hidup, dan pandangan hidup yang diakui sebagai ciri khas generasi ini. Istilah “generasi strawberry” atau “generasi stroberi” mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga Anda. Generasi ini sering dikaitkan dengan ketahanan mental yang cenderung rendah dan mudah terpengaruh oleh berbagai situasi.

“Gua anak umur 21, gak nyangka ternyata kuliah itu seburuk itu untuk mental health, semester 1 kemarin gua udah dihujanin materi sama tugas yang bener2 banyak, akibatnya waktu gua untuk healing sama self reward jadi kurang banget. Yang tadinya gua masih bisa nonton netflix sama chat-chat-an dengan bestie sekarang jadi susah banget. Gua kayaknya belum siap kuliah deh. Gua udah ngomong ke ortu kalau gua mau cuti dulu semester ini. Gua mau fokus healing selama 6 bulan dulu. Tapi ortu gua malah ga setuju, bahkan gua dibilang manja. Gua bingung mau gimana takutnya kalau paksain ipk ku malah tambah anjlok. Gua juga susah komunikasikan ini ke ortu karena mereka ga aware sama mental health kaya gua. Gua mesti gimana….??? (dan diakhiri dengan emot menangis)”.

Paragraf di atas merupakan cuitan twitter salah satu mahasiswa semester 2 (dua) yang sempat viral beredar akhir-akhir ini di beberapa platform media sosial seperti facebook dan instagram, yang akhirnya menimbulkan pembahasan bagi khalayak mengenai istilah yang dianggap baru tentang generasi muda sekarang ini (generasi di bawah millenial) yakni strawberry generation / generasi strawberry.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apa yang sebenarnya membedakan Generasi Strawberry dari generasi sebelumnya. Dalam konteks ini, akan dibahas ciri-ciri khusus yang membedakan generasi ini, termasuk gaya hidup, nilai, dan preferensi mereka yang memengaruhi dinamika sosial saat ini. Menurut Prof. Rhenald Kasali dalam bukunya dan dalam salah satu kesempatan kuliah online melalui streaming youtube beliau, strawberry generation adalah generasi yang penuh dengan gagasan kreatif tetapi mudah menyerah dan gampang sakit hati. Definisi ini dapat kita lihat melalui laman-laman sosial media. Begitu banyak gagasan- gagasan kreatif yang dilahirkan oleh anak-anak muda, sekaligus pula juga tidak kalah banyak cuitan resah penggambaran suasana hati yang dirasakan oleh mereka.

Ciri-ciri generasi stroberi

Sama seperti generasi lainnya, ada beberapa hal yang menjadi ciri khas dari generasi stroberi. Ini beberapa di antaranya yang bisa Anda pahami

  1. Kurangnya ketahanan mental

Ciri-ciri generasi stroberi lainnya adalah ketahanan mental yang rendah. Pasalnya, mereka mungkin sulit menghadapi kegagalan, memiliki tingkat motivasi yang rendah, dan mudah putus asa

  1. Rentan terhadap stres

Generasi strawberry cenderung rentan terhadap stres dan tekanan emosional. Mereka mungkin mudah cemas berlebihan, merasa kewalahan, dan sulit menghadapi situasi yang menantang.

  1. Ketergantungan pada teknologi

Generasi strawberry juga sering kali sangat tergantung pada teknologi dan media sosial. Mereka mungkin menghabiskan banyak waktu di depan layar, kurang berinteraksi secara langsung, dan rentan terhadap dampak negatif dari penggunaan teknologi yang berlebihan.

  1. Sensitif terhadap kritik

Mengingat ketahanan mental generasi ini cukup rendah, mereka juga akan lebih sensitif terhadap kritik dan pendapat orang lain. Orang-orang dalam generasi stroberi mungkin lebih mudah tersinggung oleh komentar orang lain. 

Penyebab generasi strawberry

Walau begitu, sikap generasi ini tentu tidak terjadi tanpa alasan. Ada beberapa penyebab yang membuat generasi strawberry disebut memiliki ketahanan mental yang rendah dan mudah stres saat menerima tekanan. Berikut ini beberapa hal yang diduga menjadi penyebabnya yaitu:

  • Pengaruh media sosial

Media sosial dapat memiliki dampak negatif pada generasi muda. Mereka sering terpapar pada standar yang tidak realistis, cyberbullying, dan pengukuran diri yang berlebihan melalui media sosial.

  • Perubahan sosial dan lingkungan 

Salah satu penyebab adanya generasi stroberi adalah perubahan sosial dan lingkungan yang cepat dan kompleks. Sebagai contoh, tuntutan dan tekanan yang tinggi dari lingkungan sekitar dapat memengaruhi kesejahteraan mental mereka.

  • Kurangnya pemahaman tentang kesehatan mental

Generasi strawberry mungkin juga kurang memiliki pemahaman yang memadai tentang kesehatan mental dan cara mengelola stres. Hal ini dapat menyebabkan mereka sulit mengatasi tantangan kehidupan.

Sebagai generasi yang tumbuh dalam era digital, Generasi Strawberry diyakini akan memiliki dampak signifikan terhadap evolusi masyarakat dan ekonomi. Bagaimana peran mereka dalam membentuk masa depan dan mempengaruhi perkembangan teknologi dan inovasi?

Salah satu perbedaan karakteristik yang signifikan pada generasi Z (generasi di bawah millenial) dan beberapa generasi sebelumnyaadalah pada penguasaan teknologi. Setiap generasi punya cara tersendiri untuk berekspresi baik dalam hal berkarya dan memilih karir hidup kedepannya. Generasi hari ini tumbuh dengan kemudahan instan yang ditawarkan oleh teknologi. Hal itu juga menjadikan generasi hari ini punyai cara berbeda dalam memilih dan menunjukkan bakatnya untuk melahirkan hal-hal bermanfaat untuk sekitarnya. Beberapa tampilan sosial media dapat kita hidupkan kembali dengan konten yang bermanfaat.

Dengan menyelami topik ini secara mendalam, kita dapat lebih memahami dan mengapresiasi peran yang dimainkan oleh Generasi Strawberry dalam bentuk dan perkembangan budaya saat ini, sekaligus mengeksplorasi peluang yang muncul dalam ranah pemasaran dan optimasi mesin pencari.

Untuk mendapatkan bantuan menangani masalah kesehatan mental silahkan hubungi HelpLine : 085829293939, Atau buat janji temu di Smartalent Psychology Art Center dengan klik link berikut : https://wa.link/vh0phf

Tags :
Freebies
Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post :

Bunda Lucy - Psikolog Anak Jakarta

Bunda Lucy

Psikolog Profesional