Burnout di tempat kerja adalah kondisi yang semakin umum di era modern ini. Tuntutan pekerjaan yang tinggi, tekanan untuk mencapai target, serta jam kerja yang panjang dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental. Mengatasi burnout tidak hanya penting untuk kesejahteraan individu, tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja.
Ironisnya, terkadang pekerja tak sadar bahwa mereka sedang mengalami burnout. Padahal, mereka sudah mengalami tanda-tandanya. Di antaranya terlihat sangat lelah dan tidak bertenaga, serta malas ke kantor. Salah satu cara mengatasi burnout yakni membuat prioritas pekerjaan. Caranya bisa dilakukan dengan mengurutkan pekerjaan sesuai dengan tenggat waktunya. Langkah ini dapat mengetahui mana yang harus dikerjakan lebih dulu.
Mengenali Tanda-tanda Burnout
Gejala burnout tidak terjadi hanya dalam sehari. Prosesnya terjadi seiring dengan waktu. Awalnya, pengidap akan mengalami rasa lelah berlebihan, tak berdaya dan cenderung malas pergi ke kantor. Burnout bisa menimbulkan gejala fisik, mental dan perilaku. Dasi segi fisik, pengidap akan terlihat:
- Perubahan nafsu makan. Gejalanya cenderung terlihat lebih menyukai makanan manis atau asin ketimbang makanan sehat.
- Menjadi lebih mudah atau sering sakit.
- Kurang istirahat akibat susah tidur di malam hari.
- Terlihat sangat lelah dan tidak bertenaga.
Sementara gejala mental yang dialami oleh pengidap, yakni:
- Merasa terjebak dalam situasi tertentu.
- Muncul pemikiran-pemikiran negatif.
- Tak memiliki kepuasan dan pencapaian.
- Merasa putus asa.
- Ragu akan kemampuan diri sendiri.
- Kehilangan motivasi kerja.
- Merasa sendirian dan tidak punya teman.
Adapula gejala perilaku yang tampak ketika seseorang sedang burnout, yakni:
- Cenderung menghindari tanggung jawab atau membebankan pekerjaannya pada rekan kantor.
- Datang terlambat dan pulang lebih awal.
- Minum alkohol sembari bekerja.
- Menunda-nunda pekerjaan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikannya.
Burnout juga dapat mempengaruhi kinerja kerja. Penurunan produktivitas, ketidakmampuan untuk fokus, dan merasa tidak puas dengan hasil kerja adalah beberapa tanda bahwa Anda mungkin mengalami burnout.
Cara Mengatasi Burnout pada Karyawan
Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakuakn untuk mencegah dan mengatasi burnout di tempat kerja, yaitu:
- Membuat Perencanaan atau Jadwal Kerja
Cara mengatasi burnout yang pertama adalah Anda dapat melakukan dengan merencanakan jadwal seminggu sebelumnya. Pastikan segala to do list atau aktivitas yang akan dilakukan realistis dan sesuai dengan kemampuan. Buat juga durasi waktu untuk setiap pekerjaan atau aktivitas yang dilakukan. Contohnya, membuat laporan pekerjaan selama 30 menit, dilanjutkan dengan meeting 60 menit, dan seterusnya sampai waktu pulang kerja.
- Menolak Pekerjaan yang Bukan Job Desc
Menolak atau memberanikan diri untuk mengatakan “tidak” nyatanya efektif mengatasi burnout. Lakukan ini ketika atasan memberikan tugas di luar tanggung jawab yang seharusnya. Jika kamu selalu membantu, tentunya akan membuat beban pekerjaan semakin menumpuk. Jangan jadi people pleaser jika ujung-ujungnya menyusahkan diri sendiri. Lebih baik fokus untuk mengembangkan keahlian dan karir sendiri.
- Jangan Menunda Pekerjaan
Menunda pekerjaan justru dapat menumpuk beban di akhir tenggat waktu. Jika sudah begitu, kamu bisa kebingungan sendiri mana yang harus dikerjakan lebih dulu. Hal ini tentunya dapat memicu munculnya perasaan panik dan cemas. Akhirnya, kamu akan menyelesaikan pekerjaan dengan terburu-buru.
- Mengelola Stres dengan Baik
Stres bekerja merupakan kondisi lazim yang pernah dialami oleh setiap karyawan. Namun, gangguan tersebut harus diatasi sampai tuntas agar tidak menumpuk dan memicu gejala burnout. Sesekali ajukan cuti tahunan untuk pergi berlibur atau hanya sekadar staycation untuk melepas penat.
- Mengkomunikasikan Kebutuhan Anda
Jangan ragu untuk mengkomunikasikan kebutuhan Anda kepada atasan atau rekan kerja. Jika Anda merasa terlalu terbebani, diskusikan kemungkinan untuk mengurangi beban kerja atau mencari solusi lain yang dapat membantu meringankan stres.
- Menjaga Gaya Hidup Sehat
Menjaga pola makan yang sehat dan rutin berolahraga dapat meningkatkan energi dan mengurangi stres. Tidur yang cukup sangat penting untuk pemulihan fisik dan mental. Pastikan Anda mendapatkan waktu tidur yang berkualitas setiap malam untuk menjaga kesehatan dan kinerja optimal di tempat kerja.
Beberapa cara di atas dapat mencegah munculnya gejala burnout. Cara tersebut juga bertujuan agar kerja menjadi lebih produktif dan target yang ditetapkan bisa tercapai tepat waktu.
Selain itu memiliki seseorang untuk berbicara dan mendengarkan keluhan Anda dapat sangat membantu dalam mengatasi burnout. Psikolog menyediakan lingkungan yang aman dan non-judgmental di mana Anda dapat mengekspresikan perasaan dan pikiran Anda. Psikolog adalah profesional yang terlatih untuk membantu individu mengatasi masalah mental dan emosional. Dalam konteks burnout, psikolog dapat membantu Anda mengenali penyebab utama stres, mengembangkan strategi coping, dan memberikan dukungan emosional yang diperlukan untuk pemulihan.
Untuk mendapatkan bantuan menangani masalah kesehatan mental silahkan hubungi HelpLine : 085829293939, Atau buat janji temu di Smart Talent Psychology Art Center dengan klik link berikut
Mengatasi burnout di tempat kerja memerlukan pendekatan yang holistik, mencakup pengelolaan pekerjaan, peningkatan kesejahteraan pribadi, serta dukungan sosial. Dengan mengenali tanda-tanda burnout dan mengambil langkah-langkah yang tepat, Anda dapat mengembalikan semangat dan produktivitas kerja. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika diperlukan, karena kesehatan mental adalah kunci keberhasilan jangka panjang dalam karir Anda.
