pentingnya pemahaman orangtua terhadap perasaan anak-anak mereka. Menilik efek psikologis dari kurangnya keterlibatan orangtua dalam kehidupan emosional anak, kita dapat merinci beberapa konsekuensi serius yang mungkin terjadi. Sikap orangtua yang tidak mengerti perasaan anak kerap kali menimbulkan konflik dalam keluarga. Padahal, keluarga merupakan lingkungan sosial pertama bagi anak yang dapat memengaruhi tumbuh kembangnya serta memberikan dampak yang terus berlanjut hingga ia dewasa.
Orangtua yang tidak memahami perasaan anak seringkali tanpa sengaja mengabaikan atau meremehkan emosi yang dialami anak-anak. Hal ini dapat menyebabkan perasaan terabaikan, di mana anak-anak merasa bahwa kehadiran dan perhatian orangtua tidak mampu memahami serta memberikan dukungan emosional yang diperlukan.
Kenapa Orangtua Tidak Mengerti Perasaan Anak?
Kecenderungan orangtua untuk mengabaikan perasaan dan perkembangan emosi anak pada usia tumbuh kembangnya dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental anak. Ketidakpahaman orangtua terhadap perasaan anak dapat merugikan perkembangan kesehatan mental. Anak-anak yang tidak merasa didengar atau dipahami dapat mengalami penurunan kepercayaan diri dan berpotensi mengembangkan masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.
kondisi ini disebut juga dengan childhood emotional neglect (CEN), ini adalah keadaan ketika orang tua mengabaikan kebutuhan emosional anak. CEN merupakan salah satu bentuk ‘penganiayaan’ (abuse) yang paling umum dilakukan kepada anak. Pengabaian perasaan dan emosional masa kecil terjadi ketika orangtua gagal untuk merespons anaknya dalam memenuhi kebutuhan emosionalnya.
Dalam menghindari dampak negatif ini, penting bagi orangtua untuk aktif dalam mendengarkan anak-anak mereka. Komunikasi terbuka dan mendengar aktif merupakan kunci untuk memahami perasaan anak dan membangun hubungan yang kuat secara emosional.
Berikut adalah sejumlah alasan yang harus dihindari karena paling sering terjadi kenapa, orangtua tidak mengerti perasaan anak :
- Kurang komunikasi
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa penting untuk menghabiskan sedikit waktu bersama anak-anak Anda. Dengan begitu, komunikasi pun akan terbangun. Jika komunikasi orangtua dan anak terbangun maka akan membuat anak akan merasa nyaman dan terbuka pada orangtuanya untuk bercerita, sehingga orangtua bisa mengerti perasaan anak.
- Terlalu Sibuk
orangtua tidak mengerti perasaan anak, yaitu karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Orangtua hanya berfokus pada kegiatannya tanpa terlibat langsung dalam pola asuh anak. Padahal, salah satu cara agar mengerti perasaan anak, yaitu orangtua harus tahu betul bahwa penting untuk menghabiskan waktu bersama anak, seperti bermain, mengobrol, atau hanya sekadar memeluk anak. Karena hal ini lah orangtua tidak dapat memenuhi kebutuhan emosional anak. Hal inilah yang kerap memicu emosi dan konflik orangtua dan anak
- Menerapkan pola asuh yang turun-menurun
Saat ini banyak orangtua yang menerapkan pola asuh turun-menurun. Alasan inilah yang membuat orangtua tidak mengerti perasaan anak. Pasalnya, hal tersebut belum tentu baik dan tiap anak memiliki karakter yang berbeda. Orangtua dan anak masing-masing hidup pada zaman yang berbeda.
- Kurang memahami diri sendiri
Alasan lain kenapa orangtua tidak bisa mengerti perasaan anak, yaitu karena kurang memahami diri sendiri. Memahami diri sendiri menjadi langkah awal dan penting agar Anda bisa mengerti perasaan anak. Hal itu dikarenakan bila Anda belum bisa memahami diri sendiri, maka akan sulit untuk memiliki kepekaan. Apabila anak tengah berkeluh-kesah, Anda akan bingung dan tidak tahu cara meresponsnya.
Apa Akibat Yang Terjadi Bila Orangtua Tidak Mengerti Perasaan Anak?
Pengalaman anak yang mengalami pengabaian oleh orangtua tentu akan tersimpan di memorinya hingga ia dewasa. hal ini mungkin juga akan berdampak terhadap perilakunya pada masa depan, di antaranya sebagai berikut :
- Terlalu bersikap keras pada diri sendiri
Kondisi ini ditandai dengan sikap anak yang mudah marah dan kecewa akan dirinya karena memiliki standar yang terlalu tinggi untuk dipenuhi dalam kehidupannya. Anak juga cenderung merasa rendah diri dan mengkritik dirinya sendiri tanpa habis untuk dibandingkan dengan orang lain.
- Kesulitan memahami perasaan diri sendiri
Orangtua yang tidak mengerti perasaan anak akan memicu perasaan marah atau sedih tanpa mengetahui sebab yang jelas.
- Kurang rasa kepemilikan
Anak yang mengalami pengabaian dari orangtuanya lebih mungkin merasa bahwa ia tidak klop di lingkaran sosial manapun, baik itu lingkungan keluarga maupun teman.
- Mengalami stres
Stress pada anak biasanya muncul akibat akumulasi dari ketidakmampuan dirinya untuk mengekspresikan perasaan dan emosi dengan baik. Hal itu membuat anak merasa kesepian dan juga terus-menerus menyalahkan diri sendiri.
Melalui pemahaman yang lebih baik terhadap perasaan anak, orangtua dapat memainkan peran yang lebih positif dalam mendukung pertumbuhan emosional dan kesejahteraan anak-anak mereka. Dengan demikian, mereka dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan kesehatan mental dan sosial anak-anak mereka di masa depan.
Untuk mendapatkan bantuan dari psikolog keluarga ahlli dan menangani masalah kesehatan mental silahkan hubungi HelpLine : 085829293939, Atau buat janji temu di Smartalent Psychology Art Center dengan klik link berikut : https://wa.link/vh0phf
