Psikolog Anak & Remaja – Bunda Lucy

Mengenal Apa Itu Gangguan Kepribadian Narsistik

Apa Itu Gangguan Kepribadian Narsistik

Gangguan kepribadian narsistik adalah salah satu gangguan mental yang membuat penderitanya merasa dirinya lebih baik dari orang lain, sehingga selalu ingin dikagumi dan menjadi pusat perhatian. Terkadang, kecenderungan tersebut dapat menyebabkan orang dengan gangguan ini memiliki sifat egois dan memiliki tingkat empati yang rendah terhadap perasaan orang lain di sekitarnya.

Sebab, mereka menganggap punya kepentingan yang lebih tinggi dari orang lain. Namun, perasaan mereka cenderung mudah tersinggung dan bisa dengan mudah merasakan depresi saat mendapat kritikan. Bila terjadi secara berkelanjutan, seseorang dengan gangguan kepribadian narsistik bisa saja mengalami masalah dalam lingkungan sosialnya.

Penyebab Gangguan Kepribadian Narsistik

Sampai saat ini penyebab gangguan kepribadian narsistik belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab meningkatnya risiko terjadinya Gangguan Kepribadian Narsistik seperti :

  • Faktor genetik, yaitu riwayat narsistik pada anggota keluarga. 
  • Faktor neurobiologi
  • Pola asuh orangtua yang kurang tepat, orang tua yang memanjakan anaknya terlalu berlebihan

Gejala Gangguan Kepribadian Narsistik

Umumnya, Seseorang dengan kepribadian narsistik memiliki kesulitan untuk menerima kritik. Ia memiliki kecenderungan untuk menyembunyikan rasa malu dan rasa “terhina”.  Gejala gangguan kepribadian narsistik berbeda-beda pada setiap pengidap. Namun, beberapa gejala yang umumnya muncul antara lain:

  • Mengharapkan pujian konstan dan kekaguman.
  • Percaya bahwa diri sendiri istimewa dan berperilaku sebagai seseorang yang istimewa.
  • Gagal untuk mengenali emosi dan perasaan orang lain.
  • Mengharapkan orang lain untuk menyetujui ide dan rencana yang dibuatnya.
  • Mengambil keuntungan dari orang lain.
  • Mengekspresikan sebuah bentuk penghinaan terhadap orang-orang yang dianggap inferior (rendah).
  • Mengharapkan diperlakukan secara khusus oleh orang lain.
  • Memanfaatkan orang lain demi kepentingan pribadi.
  • Bersikap arogan dan angkuh.
  • Menginginkan kesempurnaan dalam segala hal.
  • Merasa iri dan terancam atas kehadiran atau pencapaian orang lain.
  • Tidak dapat memahami perasaan atau emosi orang lain.
  • Sering berkhayal tentang kesuksesan, kekuasaan, penampilan yang rupawan, dan pasangan yang sempurna.

Orang dengan gangguan kepribadian narsistik, biasanya bereaksi sesuatu dengan kemarahan, penghinaan, dan berbagai cara untuk meremehkan orang lain, sehingga membuat dirinya terlihat lebih baik. 

Jenis-Jenis Gangguan Kepribadian Narsistik

Gangguan kepribadian narsistik adalah jenis gangguan kepribadian yang bisa terjadi pada siapa saja, namun biasanya gangguan ini rentang terjadi pada pria dari pada wanita. Berikut ada beberapa jenis gangguan kepribadian narsistik dan penjelasannya sebagai berikut :

  1. Narsistik Terselubung

Penderita narsistik terselubung (covert narcissism) adalah orang dengan narsistik terselubung meyakini bahwa ia lebih unggul dari orang lain, namun tidak menunjukkannya secara terbuka dan hanya disimpan dalam hati.

  1. Narsistik Tampak

Kebalikan dari narsistik terselubung, narsistik tampak (grandiose narcissism) menunjukkan sikap arogan, kompetitif, percaya diri berlebihan, tidak mempunyai empati, dan senang mengintimidasi orang lain untuk kepentingan pribadinya. Pengidap narsistik juga sering kali menceritakan kemampuannya secara berlebihan dan merendahkan orang lain.

  1. Narsistik Antisosial

Narsistik antisosial (antagonistic narcissism) adalah jenis narsistik yang tanda-tandanya hampir sama dengan narsistik tampak. Hanya saja pengidap jenis narsistik ini cenderung suka mengambil keuntungan dari orang lain tanpa merasa bersalah.

  1. Narsistik Prososial

Pengidap narsistik prososial mengharapkan pujian atau validasi agar bisa merasa puas dan bangga pada diri sendiri. Orang dengan narsistik prososial selalu melakukan perbuatan baik namun tujuannya tak jauh dari mendapatkan perhatian dan pengakuan sebanyak mungkin dari orang lain.

Cara Mengatasi Gangguan Kepribadian Narsistik

Pengobatannya bisa melalui terapi, seperti mengunjungi psikologis atau terapi di rumah dengan melibatkan anggota keluarga, beberapa jenis pengobatan yang dapat dilakukan antara lain :

  • Terapi perilaku kognitif, membantu merubah perilaku pasien yang merusak agar bisa menjadi lebih realistis.
  • Terapi wicara, membantu pasien membangun komunikasi yang baik dengan orang lain dan memberi pemahaman pada pasien mengenai dampak perilaku narsistik.
  • Pemberian obat-obatan, seperti antidepresan, antimania, dan antipsikotik.

Para narsistik juga bisa rutin melakukan aktivitas, seperti yoga dan meditasi untuk mengurangi gangguan ini dan selalu berkomunikasi dengan keluarga dan orang terdekat. Orang dengan gangguan kepribadian ini seringkali tidak menyadari bahwa dirinya mungkin bermasalah. Dan jika Anda menyadari memiliki gejala atau mengetahui orang sekitar dengan gejala narsistik parah, ada baiknya untuk mencari bantuan ahli. 

Untuk mendapatkan bantuan untuk menangani masalah kesehatan mental silahkan hubungi HelpLine : 085829293939, Atau buat janji temu di Smartalent Psychology Art Center dengan klik link berikut : https://wa.link/vh0phf

Tags :
Freebies
Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post :

Bunda Lucy - Psikolog Anak Jakarta

Bunda Lucy

Psikolog Profesional