Apa Itu PTSD?
Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) adalah suatu kondisi kesehatan mental yang dapat muncul setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis. PTSD merupakan suatu gangguan kecemasan yang timbul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis, seperti kecelakaan, bencana alam, atau kejadian kekerasan. Individu yang mengalami PTSD sering kali menghadapi tantangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari karena mereka terus-menerus teringat dan terganggu oleh kenangan traumatik tersebut.
Meski demikian, tidak semua orang yang teringat pada kejadian traumatis berarti terserang PTSD. Ada kriteria khusus yang digunakan untuk menentukan apakah seseorang mengalami PTSD.
Gejala PTSD
Gejala PTSD hampir mirip dengan Stockholm Syndrome yang muncul setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis. Tingkat keparahan dan lamanya gejala juga berbeda-beda pada tiap penderita. Gejala yang menunjukan seseorang mengalami PTSD adalah sebagai berikut:
- Flashbacks
Pengalaman kembali kejadian traumatis secara mendalam, seolah-olah peristiwa tersebut sedang terjadi lagi.
- Kecemasan dan Ketakutan yang Intens
Perasaan cemas yang luar biasa dan ketakutan yang sulit dikendalikan.
- Mimpi Buruk yang Berulang
Mimpi yang terkait dengan peristiwa traumatis yang dapat mengganggu tidur dan kesejahteraan psikologis.
- Hiperaktivitas Emosional
Reaksi emosional yang berlebihan terhadap situasi sehari-hari, termasuk mudah marah atau ketakutan yang tidak beralasan
- Kecenderungan untuk mengelak
Penderita PTSD enggan memikirkan atau membicarakan peristiwa yang membuatnya trauma. Oleh sebab itu, penderita akan menghindari tempat, aktivitas, dan seseorang yang terkait dengan kejadian traumatis tersebut.
- Pemikiran dan perasaan negatif
Penderita PTSD cenderung menyalahkan dirinya atau orang lain. Selain itu, penderita juga kehilangan minat pada aktivitas yang dulu disukainya dan merasa putus asa.
PTSD dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Namun, pada anak-anak, terdapat gejala khusus, di antaranya:
- Sering melakukan reka ulang peristiwa traumatis melalui permainan
- Tidak berani berpisah dengan orang tua atau saudaranya, walaupun hanya sebentar
- Sering mengompol walaupun sebelumnya sudah dapat buang air kecil di toilet
Penyebab PTSD
Meskipun setiap individu bereaksi berbeda terhadap peristiwa traumatis, beberapa faktor umum yang dapat menyebabkan PTSD melibatkan kombinasi antara:
- Pengalaman yang tidak menyenangkan
- Dukungan Sosial yang Terbatas
- Faktor Genetik
- Kepribadian bawaan yang temperamen
Cara Mengobati PTSD
- Terapi Psikologis
Terapi kognitif perilaku (CBT) dan terapi EMDR (Eye Movement Desensitization and Reprocessing) telah terbukti efektif dalam mengurangi gejala PTSD.
- Obat-Obatan
Beberapa obat, seperti antidepresan dan anksiolitik, dapat membantu mengelola gejala PTSD.
- Dukungan Sosial
Menjalin hubungan yang positif dan mendapatkan dukungan dari teman, keluarga, atau kelompok dukungan dapat membantu dalam proses penyembuhan.
Dengan memahami esensi PTSD, kita dapat lebih baik mendukung individu yang mengalami kondisi ini dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya perawatan kesehatan mental.
PTSD tidak bisa dicegah, tetapi ada beberapa cara yang dapat dilakukan bila Anda mengalami kejadian traumatis, misalnya:
- Bicarakan kepada keluarga, teman, atau terapis mengenai kejadian traumatis yang Anda alami.
- Konsultasikan ke dokter jika Anda tidak dapat mengatasi perasaan yang timbul setelah mengalami kejadian tidak menyenangkan.
Untuk mendapatkan bantuan menangani masalah kesehatan mental silahkan hubungi HelpLine : 085829293939, Atau buat janji temu di Smartalent Psychology Art Center dengan klik link berikut : https://wa.link/vh0phf
