Dalam perjalanan hidup, self-esteem atau harga diri memiliki peran penting dalam membentuk identitas dan kesejahteraan seseorang. Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang konsep self-esteem, sekaligus menjelaskan manfaat positif yang dapat diperoleh dari memiliki self-esteem yang sehat.
Apa Itu Self-Esteem
Self esteem adalah bagaimana seseorang berpikir dan merasakan tentang kualitas dan karakteristik dirinya sendiri. Hal ini digambarkan sebagai tinggi atau rendah, yaitu self esteem tinggi atau self esteem rendah. Self-esteem merupakan salah satu aspek penting dalam psikologi dan kepribadian manusia. Dengan self-esteem yang baik, seseorang bisa lebih mencintai, menghargai, dan menerima diri apa adanya, terlepas dari segala kekurangan yang dimilikinya.
Seseorang yang memiliki pemikiran positif tentang kualitas dan karakteristiknya akan memiliki harga diri yang tinggi. Sebaliknya, seseorang yang memiliki pemikiran negatif tentang kualitas dan karakteristiknya akan memiliki harga diri yang rendah.
Orang yang memiliki self-esteem terlalu rendah akan sulit menerima diri apa adanya dan kurang percaya diri. Salah satu contohnya adalah orang dengan imposter syndrome yang merasa dirinya tidak pantas akan kesuksesan.
Rendahnya self-esteem bahkan diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan cemas dan depresi. Gangguan tersebut biasanya tidak terlihat secara kasat mata. Kondisi tersebut dinamakan duck syndrome.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Self-Esteem
Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi nilai self-esteem seseorang. Sebagian faktor tersebut bahkan sudah ada sejak masa kanak-kanak. Berikut ini adalah beberapa faktor yang dimaksud:
- Pikiran diri sendiri
Asumsi, pikiran, atau perkataan yang Anda sampaikan ke diri sendiri juga bisa memberikan dampak besar terhadap self-esteem. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengubah pikiran atau kata-kata negatif yang sering Anda ucapkan menjadi pikiran atau kata-kata positif (positive self-talk).
Selain itu, terkadang apa yang Anda pikirkan merupakan hasil dari mendengarkan perkataan negatif dari orang sekitar. Sebaiknya, Anda mulai belajar untuk tidak menghiraukan perkataan yang justru membuat diri Anda merasa semakin direndahkan.
- Pendapat orang lain
Pendapat dari orang-orang sekitar, seperti keluarga dan teman, ternyata dapat memengaruhi self-esteem seseorang. Apabila mereka fokus terhadap kelemahan dan selalu menghina kekurangan Anda, hal ini bisa membuat Anda merasa tidak diterima di lingkungan. Tak hanya itu, komentar dan pendapat yang dilontarkan melalui media sosial pun secara tidak langsung bisa memengaruhi self-esteem Anda.
Sebaiknya, Anda mulai belajar untuk tidak menghiraukan perkataan yang justru membuat diri Anda merasa semakin direndahkan.
- Pola asuh pada masa kecil
Salah satu aspek penting yang juga ikut membentuk nilai self-esteem seseorang adalah bagaimana pola asuhnya semasa kecil. Berbagai riset menunjukkan bahwa anak yang dibesarkan dengan pola asuh otoriter (helicopter parenting) atau trauma masa kecil dapat memiliki self-esteem lebih rendah.
- Kemampuan diri
Self-esteem yang Anda miliki bisa ditingkatkan dengan mengasah kemampuan atau keahlian yang dimiliki. Menyalahkan diri sendiri dan membandingkan diri sendiri dengan orang lain hanya akan menurunkan self-esteem Anda.
Oleh karena itu, sebaiknya Anda melatih kemampuan atau belajar hal-hal baru, seperti bermain musik, menulis, atau berolahraga. Hal ini bisa membuat Anda menyadari akan kemampuan Anda dan merasa bangga terhadap diri sendiri.
Beberapa Cara untuk Meningkatkan Self-Esteem
Jika Anda merasa memiliki self-esteem yang rendah, cobalah untuk menerima fakta bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Daripada sering menyalahkan diri sendiri, Anda bisa mencoba meningkatkan self-esteem dengan beberapa cara berikut ini:
- Hentikan kebiasaan menyalahkan diri sendiri dan usahakan untuk selalu berpikir positif.
- Hargai pendapat orang lain dan terima dengan lapang dada, serta anggap bahwa kritik tersebut bertujuan baik untuk membangun diri Anda.
- Kembangkan kemampuan untuk meningkatkan self-esteem Anda.
- Kenali dan fokus pada bakat yang dimiliki, sehingga Anda pun akan merasa memiliki nilai positif.
- Jalin komunikasi dan bangun hubungan dengan orang-orang yang bisa menerima Anda apa adanya dan membawa pengaruh positif.
Manfaat dari Memiliki Self-Esteem yang Sehat
Keuntungan Positif bagi Kesejahteraan Individu
- Ketahanan Emosional
Self-esteem yang baik membantu individu menghadapi tantangan hidup dengan lebih tenang dan mengatasi kegagalan tanpa mengalami kerusakan emosional yang berlebihan.
- Kemampuan Mengatasi Stres
Individu dengan self-esteem yang sehat cenderung lebih mampu mengelola stres karena memiliki keyakinan dalam kemampuan mereka untuk mengatasi masalah.
- Hubungan Sosial yang Lebih Positif
Orang dengan self-esteem yang baik memiliki kemungkinan lebih besar untuk membangun hubungan sosial yang sehat dan bermakna.
- Peningkatan Produktivitas
Keyakinan diri yang berasal dari self-esteem yang sehat dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja dalam berbagai aspek kehidupan.
Self-esteem setiap orang cenderung berubah-ubah dari waktu ke waktu. Berbagai aspek dalam kehidupan sehari-hari, seperti hubungan interpersonal dengan orang lain dan pengalaman hidup, akan menentukan bagaimana cara Anda memandang diri sendiri.
Tak hanya itu, self-esteem pun bisa berubah. Ada kalanya Anda merasa kurang percaya diri, tetapi ada kalanya juga Anda bisa bangkit dan bersemangat sehingga self-esteem Anda meningkat.
Jika Anda sudah menjalankan tips di atas tetapi masih memiliki self-esteem yang rendah atau jika Anda merasa sulit menerima diri apa adanya hingga sering merasa cemas atau depresi, cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog.
Untuk mendapatkan bantuan menangani masalah kesehatan mental silahkan hubungi HelpLine : 085829293939, Atau buat janji temu di Smartalent Psychology Art Center dengan klik link berikut : https://wa.link/vh0phf
