Psikolog Anak & Remaja – Bunda Lucy

Metode Latihan Membaca Dan Menulis Untuk Anak Disleksia

Disleksia adalah gangguan pembelajaran yang dapat memengaruhi kemampuan seorang anak dalam membaca dan menulis. Namun, dengan pendekatan yang tepat dan metode latihan yang sesuai, anak-anak disleksia dapat mengatasi tantangan ini. Mengajari anak disleksia tak bisa sembarangan, mengajari anak disleksia memang butuh cara khusus agar ia mampu menerima pelajaran dengan lebih mudah. Artikel ini akan membahas beberapa metode efektif untuk membantu anak-anak disleksia dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis mereka.

Metode dan Latihan untuk Membantu Anak Disleksia

berikut ini adalah beberapa metode untuk melatih anak disleksia sebagai berikut:

  • Metode Phonics

Metode phonics adalah pendekatan yang terbukti efektif dalam membantu anak-anak disleksia belajar membaca. Ini berfokus pada hubungan antara huruf dan bunyi yang mereka hasilkan. Dengan metode ini, anak-anak belajar mengenali bunyi setiap huruf dan bagaimana huruf-huruf ini digabungkan untuk membentuk kata-kata.

  • Metode Orton-Gillingham

Metode ini membantu anak menggunakan semua pancaindra, serta mengasah kemampuan bahasa, visual, auditori, dan kinestetik untuk belajar. Cara ini membantu si kecil membangun koneksi antara bahasa maupun kata. Langkah pertama dalam pendekatan Orton-Gillingham adalah dengan mengajarkan anak mengenali hubungan antara suara dengan huruf atau kata yang membentuknya. Misalnya pada kata ”susu”. Anak harus mengenali seperti apa pelafalan “s” dan “u”, lalu memilih kata yang membentuk pelafalan dua huruf tersebut.

  • Metode Multisensori

metode multisensori membangun banyak asosiasi visual-auditori melalui kegiatan kinestetik, mengembangkan rentang perhatian pada detail dalam huruf atau kata, mengurangi rasa bosan, dan meningkatkan keterlibatan anak dalam belajar, salah satu contohnya seperti menggunakan bantuan pasir atau whipping cream untuk metode ini. Tuangkan pasir atau sebarkan krim pada wadah. Lalu, minta Si Kecil untuk menuliskan kata di atas pasir atau krim menggunakan jari mereka. Sambil menulis, minta ia membaca setiap huruf, lalu sebutkan suku katanya. Kemudian, minta ia menyebutkan kata tersebut.

  • Metode Fonik

Metode ini bertujuan untuk melatih kemampuan auditori dan visual anak dengan cara menamai huruf sesuai dengan bunyinya. Misalnya, huruf D dibunyikan de, huruf H dibunyikan dengan ha. Pasalnya, anak dengan disleksia bisa berpikir kata “es krim” hanya terdiri dari “s” dan “krim”.

  • Rutin Membaca dan Menulis

Bila anak terbiasa melakukannya, hal ini menjadi lebih ringan untuknya. Anak akan terbiasa melihat huruf dan kata sehingga dapat menuliskannya dengan benar. Mama dan Papa harus memberikan dukungan penuh, pengertian, dan sabar dalam membimbing si kecil, ya! 

  • Latihan Mata

Anak-anak disleksia mungkin mengalami kesulitan dalam melacak kata-kata saat membaca. Oleh karena itu, latihan mata dapat membantu mereka untuk meningkatkan koordinasi mata dan pergerakan mata saat membaca. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai latihan mata yang dirancang khusus.

  • Penggunaan Alat Bantu

Menggunakan alat bantu seperti pembaca layar dan papan tulis interaktif dapat membantu anak-anak disleksia dalam proses membaca dan menulis. Alat-alat ini menyediakan dukungan visual dan auditori yang diperlukan untuk membantu mereka memahami teks dan mengekspresikan ide mereka dengan lebih baik.

  • Pendekatan Individual

Setiap anak disleksia unik, dan metode yang paling efektif dapat berbeda dari satu anak ke yang lain. Oleh karena itu, penting untuk mengadopsi pendekatan individual dalam pembelajaran mereka. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka serta merancang program latihan yang sesuai adalah kunci dalam membantu mereka mengatasi disleksia.

  • Dukungan Keluarga dan Sekolah

Keluarga dan sekolah memainkan peran penting dalam membantu anak-anak disleksia. Memberikan dukungan emosional dan penerimaan yang positif sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri anak-anak ini dalam membaca dan menulis.

  • Berikan Anak Waktu Beristirahat

Hal terpenting dari cara mengajari anak disleksia membaca dan menulis adalah tetap memberikannya waktu untuk beristirahat. Soalnya, anak dapat merasa lelah dan bosan. Jika terus dipaksakan, anak bisa mengalami frustasi. Akibatnya, dia akan trauma menulis dan membaca sehingga tidak ingin melakukannya lagi. 

Membantu anak-anak disleksia untuk mengembangkan kemampuan membaca dan menulis mereka adalah suatu tantangan, tetapi dengan metode latihan yang sesuai dan dukungan yang tepat, mereka dapat mencapai kemajuan yang signifikan. Melalui metode phonics, latihan mata, penggunaan alat bantu, pendekatan individual, dan dukungan dari keluarga serta sekolah, anak-anak disleksia dapat meraih keberhasilan dalam dunia literasi.

Untuk mendapatkan bantuan menangani masalah kesehatan mental silahkan hubungi HelpLine : 085829293939, Atau buat janji temu di Smartalent Psychology Art Center dengan klik link berikut : https://wa.link/vh0phf

Tags :
Freebies
Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post :

Bunda Lucy - Psikolog Anak Jakarta

Bunda Lucy

Psikolog Profesional