Psikolog Anak & Remaja – Bunda Lucy

Pengertian Denial Beserta Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasinya

Dalam dunia psikologi, “denial” merujuk pada mekanisme pertahanan psikologis di mana seseorang menolak atau mengabaikan kenyataan yang sulit atau menyakitkan. Fenomena ini merupakan bagian integral dari psikologi manusia, memainkan peran penting dalam cara individu menanggapi tekanan dan tantangan kehidupan sehari-hari.

Apa Itu Denial?

Denial adalah suatu bentuk pertahanan diri yang secara sadar atau tidak sadar dilakukan oleh seseorang untuk menolak atau mengabaikan kebenaran suatu situasi atau kondisi. Hal ini dapat muncul sebagai respons terhadap stres, ketidakmampuan mengatasi situasi sulit, atau sebagai cara untuk menghindari konflik emosional. Mengutip modul Psikologi Keperawatan karya Dudi Hartono yang diterbitkan Kemdikbud, denial adalah mengingkari pikiran, keinginan, fakta, dan kesedihan. Menurut GR VandenBos dalam Jurnal APA Dictionary of Psychology (2007), denial adalah mekanisme pertahanan yang tidak menyenangkan pada pikiran, perasaan, keinginan atau kejadian diabaikan atau dikecualikan dari kesadaran sadar.

Tindakan denial mungkin diperlukan sebagai penolakan untuk mengakui kenyataan penyakit yang parah, masalah keuangan, kecanduan, atau perselingkuhan pasangan. Penyangkalan adalah proses tak sadar yang berfungsi untuk menyelesaikan konflik emosional atau mengurangi kecemasan. Pada dasarnya ketika seseorang mengalami situasi yang dirasa sangat berat untuk ditangani, maka terjadi penolakan/penyangkalan untuk mengalami peristiwa tersebut. Dengan berpura-pura bahwa peristiwa itu tak nyata, hal itu memungkinkan mengurangi dampaknya pada diri dan bisa mengurangi kecemasan dalam jangka pendek.

Meski begitu, denial bukan solusi efektif untuk mengatasi kecemasan jangka panjang, melainkan hanya sementara. Jika pada akhirnya kenyataan dari keadaan itu muncul, dan Anda harus menghadapinya bisa jadi timbul perasaan cemas atau rasa bersalah, lalu Anda menyalahkan orang lain.

Penyebab Denial

Denial dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk trauma psikologis, rasa takut, atau bahkan ketidakmampuan seseorang untuk menghadapi konsekuensi dari suatu peristiwa. Selain itu, kurangnya kesadaran diri atau keinginan untuk melindungi diri sendiri dari kebenaran yang sulit dapat menjadi pemicu utama denial. Menurut Dr Kubler-Ross, saat seseorang mengalami peristiwa yang dimaknainya sebagai peristiwa yang tidak diharapkan, mengecewakan, menyedihkan atau merasakan sebuah kehilangan maka reaksi pertama yang dilakukan adalah denial atau penyangkalan. Hal ini bisa terjadi secara otomatis tanpa disadarinya akibat shock, stres, ancaman, ketakutan, bahkan kecemasan.

Ciri-ciri Denial

Mengutip Very Well Mind dan Mental Health Center ada beberapa gejala seseorang menunjukkan sikap denial. Tanda-tanda itu antara lain:

  • Anda menolak membicarakan masalah yang dihadapi.
  • Anda menemukan cara untuk menjustifikasi perilaku Anda/merasionalisasi masalah.
  • Anda menyalahkan orang lain atau lingkungan untuk masalah yang Anda hadapi.
  • Anda bertahan dengan suatu perilaku meski hal itu menimbulkan konsekuensi yang buruk.
  • Anda berjanji untuk mengatasi masalah di masa depan.
  • Anda menghindari untuk memikirkan masalah tersebut.
  • Membandingkan keadaan Anda dengan orang lain.
  • Meredam perasaan atau pikiran tentang suatu masalah.
  • Merasa putus asa.

Cara Mengatasi Denial

  • Refleksi Diri

Penting bagi individu untuk merenung dan mengenali adanya denial. Kesadaran diri merupakan langkah awal untuk mengatasi fenomena ini.

  • Dukungan Psikologis

Konsultasi dengan profesional psikologi dapat memberikan wawasan dan bimbingan dalam menghadapi kenyataan yang sulit.

  • Pendidikan Psikologis

Meningkatkan pemahaman tentang denial dapat membantu individu mengenali pola perilaku mereka dan memotivasi perubahan positif.

Dampak Positif dan negatif Denial

Meski memiliki dampak positif, denial juga punya efek negatif bahkan berbahaya bagi seseorang. Berikut dampak positif dan negatif denial:

Dampak positif

  • Bentuk Respons Kondisi Pemicu Stres

Kabar mengejutkan seperti tentang kondisi kesehatan bisa menjadi pemicu stres. Dengan adanya fase denial, seseorang bisa melupakan sejenak problemnya, dan ketika sudah bisa lebih tenang yang bersangkutan bisa mengambil langkah ke depan dengan lebih rasional.

  • Fase untuk Beradaptasi

Fase denial memberikan waktu bagi diri sendiri untuk memahami realita yang begitu mengejutkan. Seseorang juga bisa memetakan tantangan yang akan muncul di masa depan, dalam arti denial menjadi fase sementara bagi seseorang untuk mencerna informasi sehingga tidak berimbas pada kondisi psikologis.

Dampak negatif

  • Berdampak pada Finansial

Ketika Anda menyangkal kondisi finansial bermasalah, dan terus-menerus melakukan pinjaman, hal ini akan membuat tagihan semakin besar.

  • Membahayakan Diri dan Orang Lain

Melakukan penyangkalan atau denial bisa berdampak panjang terhadap konsekuensi dari masalah yang Anda hadapi. Contohnya ketika Anda divonis sakit jantung, terus menerus melakukan denial justru akan mengakibatkan kondisi sakit Anda makin berat jika tidak mendapatkan penanganan tepat.

Denial adalah aspek kompleks dari kehidupan psikologis manusia yang dapat memengaruhi kesejahteraan dan hubungan interpersonal. Dengan pemahaman mendalam tentang definisi, penyebab, ciri-ciri, dan cara mengatasi denial, individu dapat membuka pintu menuju pertumbuhan pribadi dan pemulihan psikologis yang sehat.

Tags :
Freebies
Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post :

Bunda Lucy - Psikolog Anak Jakarta

Bunda Lucy

Psikolog Profesional